Rabu, 03 Maret 2010

Mentoring ke 4

waduh bingung mau bicara dari mana tapi yag pasti dan yang saya masih ingat tentang mentoring tadi sinag itu yang begitu menyenangkan dan happy..pertama materinya ttg bussines plan banyak istilah juga yang dibicarakan sama beliau (the mentor kita "pak Ridwan") seperti customer retention, pokoknya banyak lagi deh tapi lupa cara nulisnya hehehe...tapi semenjak dapat materi tadi pagi jadi semangat buat bikin Bussines plan. wah pokoknya bener apa yang dikatakan beliau tadi pagi "supaya bersemangat kita harus menyemangati orang lain dulu maka kita pun akan bersemangat". gaya beliau dalam menyampaikan materi itu yang saya acungin jempol trus lagi gaya khas berbicara yang suka pake bahasa sunda. bagi temen-temen yang mau mandiri dalam segi finansial, nambah pengalaman, nambah ilmu dan nambah temen ayo gabung di IBUPI LPPM gratis kok...... ok!

Selasa, 02 Maret 2010

Restu Lestari (Pengrajin Boneka dan Tas Panda)

Restu Lestari (Pengrajin Boneka dan Tas Panda)
Oleh: Angga Yudistira Permana

UKM ini berada di Jalan Sayati Hilir No. 325 RT 01 RW 08 Desa Sayati Bandung. Pemilik dari UKM ini adalah Bapak Elan Ruslandi. UKM ini merupakan industri kelas menengah yang menghasilkan boneka dan tas panda. UKM ini memperkejakan tujuh orang karyawan. Ruang produksinya memiliki luas sekitar 70 meter persegi. Jumlah boneka dan tas panda yang dihasilkan oleh UKM ini per minggunya rata-rata mencapai 300 buah.
Omzet yang diterima oleh UKM ini selama satu bulan sekitar 20-30 juta rupiah, dengan keuntungan bersih sekitar 5 juta rupiah per bulan. Daerah pemasaran boneka dan tas panda yang dihasilkan oleh UKM ini selain di pulau Jawa antara lain, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sistem pemasarannya adalah pesan – produksi – kirim. Jadi jika tidak ada pesanan, tidak ada produksi. Hal inilah yang membuat produksi boneka dan tas panda kurang berkembang.
UKM ini pernah berjaya pada saat dimana film kartun Spongebob menjadi tontonan yang paling diminati oleh anak-anak. Banyak pesanan yang meminta boneka berdasarkan tokoh-tokoh dari film kartun tersebut. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, film kartun Spongebob mulai kurang diminati lagi yang berakibat UKM ini menjadi lesu.
Namun, dengan hadirnya film animasi Ipin dan Upin, produksi boneka UKM ini mulai kembali menggeliat. Banyak pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia agar UKM ini memproduksi boneka Ipin dan Upin beserta kawan-kawannya.
Banyak permasalahan yang dialami oleh UKM ini. Permasalahan yang pertama adalah manajemen yang buruk. Hal tersebut bisa dilihat dari penuturan sang pemilik yang mengakui bahwa masih kurang fasih dalam hal pembukuan. Permasalahan yang kedua adalah cara produksi yang masih sederhana dengan sistem gunting – jahit – tempel asesoris. Hal tersebut mengakibatkan jumlah produksi boneka yang kurang maksimal sehingga kalah oleh produk-produk Cina, yang masuk setelah ACFTA, yang begitu banyak dan harganya pun sangat murah. Permasalahan yang ketiga adalah banyaknya dana bantuan hibah dari pemerintah yang hangus sebagian ditengah jalan. Permasalahn-permasalahan tersebut pada akhirnya membuat UKM ini menjadi sulit untuk berkembang dan bersaing dengan produk-produk yang datang dari luar negeri.

Senin, 01 Maret 2010

IBUPI LPPM UPI

SEJARAH SINGKAT IBUPI (INKUBATOR BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA) LPPM UPI
Manusia adalah mahluk sosial, yang dalam kehidupnya tidak bisa sendiri oleh karena itu ia memerlukan kelompok. Kelompok merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tiap hari manusia akanterlibat dalam aktivitas kelompok. Demikian pula kelompok merupakan bagian dari kehidupan organisasi. Dalam organisasi akan banyak dijumpai kelompok-kelompok ini. Hamper pada umumnya manusia yang menjadi anggota dari suatu organisasi besar ataupun kecil adalah sangat kuat kecenderungannya untuk mencari keakraban dalam kelompok-kelompok tertentu. Dimulai dari adanya kesamaan tugas pekerjaan yang dilakukan, kedekatan tempat kerja, sering berjumpa, dan barangkali adanya kesamaan kesenangan bersama maka timbulah kedekatan satu sama lain. Mulailah mereka berkelompok dalam organisasi PIBUPI.
PIBUPI (Pusat Inkubator Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia) merupakan sebuah organisasi mahasiswa UPI yang didalamnya mencangkup kegiatan-kegiatan mentoring pendidikan bisnis yang bertujuan untuk membekali mahasiswa UPI yang memiliki jiwa wirausaha tinggi agar mereka siap dan mampu mandiri serta memiliki skill bukan hanya kemampuan untuk menjadi tenaga pendidikan tetapi juga menjadikan nilai plus bagi dirinya dalam melakukan kegiatan bisnis baik itu dalam sekala kecil maupun besar. Mahasiswa UPI diharapkan setelah ia memiliki ilmu pendidikan khususnya cara mengajar dan mendidik siswa ditambah lagi dengan ia memiliki ilmu bisnis mahasiswa tersebut bisa menjadi seorang lokomotif dimana pun ia berada agar senantiasa menjadi seorang mentor untuk masyarakat pada umumnya.
PIBUPI sendiri merupakan organisasi kecil dibawah LPPM UPI (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) yang dirintis oleh salah seorang mentor pendidikan bisnis yang bernama Muhammad Ridwan yang sudah berpengalaman dalam bidangnya khususnya dalam urusan KUKM (Kelompok Usaha Kecil Menengah) yang kini menjadi program andalan pemerintah dalam mendongkrak usaha ekonomi kecil dalam tataran masyarakat. Muhammad Ridwan juga di damping oleh salah satu dosen UPI dari Jurusan Pendidikan Sejarah yang bernama Lely Yulifar yang mengajarkan mahasiswa mengenai ilmu-ilmu sosial khususnya dalam bidang sosiologi dan antropologi pembangunan, dan anggotanya adalah mahasiswa dan mahasiswi yang benar-benar memiliki minat wirausaha yang tinggi serta peduli dengan pembangunan masyarakat.
PIBUPI merupakan wadah yang tepat dan mempersatukan mereka, disini terlihat bahwa adanya tujuan yang sama yang benar-benar mempersatukan mereka. LPPM sudah jelas merupakan lembaga didalam kampus UPI yang bertugas sebagai penyalur pengabdian pada masyarakat, Muhammad Ridwan memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan memiliki jiwa bisnis yang sangat baik, Lely Yulifar sebagai dosen yang memiliki kemampuan motivasi yang baik karena sebagai pengajar ia juga memiliki tugas sebagai pendidik bagi mahasiswanya yang akan mencetak calon-calon guru agar memiliki mentalitas pembangunan serta mahasiswa UPI yang memiliki semangat belajar tinggi dan mempersiapkan diri untuk terjun langsung dan berperan aktif dalam pembangunan SDM dimana ia tinggal.
Tanggal 20 Januari 2010 tepatnya di LPPM UPI, dua inisiator ini yaitu Muhammad Ridwan dan Lely Yulifar menyampaikan gagasan kreatifnya kepada pimpinan LPPM UPI dan mendapatkan respon yang positif karena memiliki tujuan pembangunan untuk mahasiswa UPI dalam memberikan pendidikan keterampilan untuk dirinya dan masyarakatnya. Dengan diberikannya fasilitas ruangan organisasi yang cukup memadai untuk melakukan aktivitas kerja dan berdiskusi untuk mengembangkan organisasi tersebut agar menjadi organisasi yang besar dan sangat berkontribusi besar pula untuk membangun UPI menjadi Universitas Pelopor dan Unggul yang bukan hanya “selogan” saja. Tentunya dengan lahirnya sebuah organisasi ini yang berada dibawah LPPM merupakan sebuah organisasi pendidikan yang akan mencetak calon pendidik untuk menjadi seorang coach atau pelatih bagi dirinya sendiri dan masyarakat dalam bidang bisnis untuk mengembangkan perekonomian masyarakat dalam sekala kecil maupun menjadi seorang pelatih untuk perusahaan besar di masa yang akan datang.
Inkubator ini merupakan istilah yang dijadikan sebagai proses pendidiakn untuk calon pelatih bisnis, inkubator merupakan alat untuk menetaskan telur-telur ayam. Telur-telur itu diibaratkan sebagai mahasiswa UPI yang diinkubator (dilatih/diberikan pendidikan bisnis) baik itu di ruang kelas maupun di lapangan dengan cara menerjunkan mahasiswa untuk terlibat langsung dan mencari permasalahan serta data-data di lapangan tempat usaha masyarakat. Dengan pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi seorang pendidik yang professional baik dalam disiplin ilmu yang mereka kuasai dari hasil perkuliahan juga mendapatkan skill dalam mengajarkan atau melatih masyarakat untuk pembangunan ekonomi bisnis dari hasil pelatihan di PIBUPI.
Sampai saat ini PIBUPI mendapatkan respon positif dari LPPM maupun kalangan mahasiswa UPI sendiri karena memiliki sifat yang positif dalam membangun skill mahasiswa secara berkesinambungan, karena hal itu merupakan misi PIBUPI untuk melatih mahasiswa UPI dalam bidang bisnis secara continue yang bukan merupakan kegiatan “musiman”. Diharapkan pula organisasi PIBUPI ini mendapatkan respon baik dari pihak rektorat UPI sebagai program bantuan maupun DIKTI sebagai lembaga tinggi kampus dan negara.
Begitulah kurang lebihnya sejarah singkat dari berdirinya PIBUPI yang memang terlahir dari kepedulian dan niat yang tulus dari orang-orang yang memiliki jiwa peduli sosial yang tinggi dan semangat belajar yang tinggi dari mahasiswa dalam pembangunan pendidikan dan perekonomian bagi mahasiswa UPI dan masyarakat pada umumnya. Harapan kami semoga organisasi ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa serta dimudahkan dalam segala aktivitasnya. Terima kasih.