Sabtu, 08 Mei 2010

Pelatihan IBUPI LPPM UPI 07-12 Mei 2010

Reportase
Bandung, 9 Mei 2010

Reportase hari ini, Minggu 9 Mei 2010 akan disampaikan langsung oleh Lia Meliani.
Hari Sabtu tanggal 8 Mei 2010 merupakan hari kedua dari rangkaian penyelenggaraan pelatihan IBUPI LPPM yang akan berlangsung selama enam hari. Setelah sehari sebelumnya dilakukan pembukaan kegiatan secara simbolis yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dari trainer melalui game ataupun simulasi yang menarik, maka pada hari kedua ini baik semangat peserta, trainer maupun materi yang diberikan tak kalah menariknya juga dibanding hari pertama kegiatan.
Kegiatan pada hari kedua ini diawali dengan pembacaan reportase acara hari sebelumnya dan reportase bisnis yang dibacakan oleh Teh Oi dan Kang Herman. Untuk memohon ridho Allah SWT dalam kelancaran acara, dilakukan doa bersama untuk mengawali kegiatan pelatihan.
Seperti sehari sebelumnya, selalu ada saja ide kreatif dari trainer untuk memulai kegiatan dengan game seru yang membakar semangat peserta di pagi hari. Game tersebut dinamakan tembok rubuh, dimana dalam game tersebut setiap peserta saling berhadapan dengan pasangannya masing-masing, kemudian saling menjatuhkan diri secara bergantian. Ketika yang satu menjatuhkan diri, maka yang lainnya harus siap menangkap tubuh pasangan kita. Pada saat kita akan menjatuhkan diri, kita harus yakin bahwa pasangan kita akan menangkap tubuh kita dengan baik. Begitupun sebaliknya. Game tersebut menunjukkan kepada kita bahwa dalam menjalani sebuah bisnis kita harus mampu membangun kepercayaan dengan mitra kerja caranya yaitu dengan terlebih dahulu mempercayai mereka, baru kemudian mereka akan mempercayai kita.
Selanjutnya trainer menjelaskan materi mengenai cara menemukan ide usaha yang sebenarnya sudah menumpuk di pikiran kita namun karena ide tersebut terlalu banyak, sehingga acapkali membuat kita tidak fokus dan sulit untuk memilih bisnis mana yang layak untuk dijalankan. Untuk menemukan ide-ide usaha digunakan suatu analisis ide atau micro screening, berupa sebuah tabel yang terdiri dari jenis ide usaha, variabel pengukur, skala skor, yang kemudian dijumlahkan. Layak atau tidaknya jenis ide usaha yang akan dijalankan tergantung dari jumlah keseluruhan variabel. Pada sesi ini, setiap peserta diminta untuk membuat micro screening untuk menganalisis ide-ide usaha yang ingin dijalankan.
Penjelasan berlanjut ke materi mengenai analisis SWOT (Strength, weakness, opportunity, and threats) yang merupakan analisis usaha dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman usaha. Untuk memperdalam materi mengenai analisis SWOT ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok menganalisis suatu usaha yang akan atau sedang dijalankan berdasarkan keempat aspek tadi yang kemudian hasil analisisnya dipresentasikan.
Sebagai ice breaking, trainer kembali menghadirkan game ke tengah-tengah peserta. Lagi-lagi, game yang diberikan rupanya tidak hanya sekedar game, tapi memiliki makna di dalamnya. Kali ini trainer memberikan game dimana dalam game tersebut setiap peserta harus mencari parter untuk saling mengungkapkan cerita yang benar terjadi dan cerita yang direkayasa. Di sinilah kita dituntut untuk menebak mana cerita yang benar dan mana cerita yang direkayasa. Dalam bisnis pun seperti itu, kita harus bisa menilai orang yang akan menjadi mitra kerja kita, apakah orang itu baik atau tidak, jujur atau tidak dan sebagainya. Karena hal itu akan sangat menentukkan bagaimana perjalanan bisnis kita ke depannya.
Kemudian peserta diajak untuk melakukan simulasi bisnis. Dimana beberapa orang dari peserta menjadi penjual dan sebagian lainnya menjadi pembeli. Dalam simulasi tersebut saya menangkap beberapa hal yang penting bagi seorang penjual yang diposisikan sebagai pelaksana bisnis, diantaranya adalah sebelum memulai bisnis, kita harus melakukan suatu market research atau suatu pemantauan terhadap pasar. Selain itu, jika terjadi penurunan daya beli konsumen, maka penjual harus memasang strategi untuk menarik kembali konsumen agar tetap bisa menikmati produk usaha kita, caranya bisa dengan diskon atau marketing mix yang dipengaruhi juga oleh 4P (price, promotion, product, place).
Di akhir acara, trainer menghadiahkan peserta dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang mengasah kembali kemampuan matematika peserta. Sungguh unik, karena ada beberapa dari peserta yang kebingungan dalam mengisi soal, termasuk saya sendiri. Sementara itu, dijelaskan pula mengenai komponen-komponen yang terdapat dalam business plan. Namun karena keterbatasan waktu, maka pembahasan mengenai business plan hanya diberikan secara garis besarnya saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar